Jumat, 16 Oktober 2009

Arek endel

Jumat, 08 Mei 2009




Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras
dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan
dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,
karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.


Semoga mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati,
cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat,
kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi,
pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia
hati yang ikhlas untuk menerima segala sesuatu.
.
Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda
bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian
kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki
sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu
apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Semakin banyak perkataan semakin banyak pula peluang salah
Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan.
kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan.
kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan.
kata-kata yang penuh pekerti & cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah
sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana
berterimakasih atas karunia itu.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu
seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya
bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

.Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan
di dalam dia.

Assalam,..........!


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي هدانا للإسلام وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، لا رب لنا غيره، ولا معبود بحق سواه.
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، وخليله ومصطفاه. صلى الله وسلم عليه وعلى آله وأصحابه ومن والاه.
أما بعد: فإن الأمن حاجة إنسانية ملحة، ومطلب فطري لا تستقيم الحياة بدونه، ولا يستغني عنه فرد أو مجتمع، والحياة بلا أمن حياة قاحلة مجدبة، شديدة قاسية، لا يمكن أن تقبل أو تطاق.
فالأمن من أهم مقومات السعادة والاستقرار، وأهم أسباب التقدم والتحضر والرقي، وهو مطلب تتفق على أهميته جميع الأمم والشعوب، والأفراد والمجتمعات، في كل زمان ومكان.
وإذا فقد الأمن اضطربت النفوس، وسيطر عليها الخوف والقلق، وتعطلت مصالح الناس، وانقبضوا عن السعي والكسب، وانحصرت هممهم بتأمين أنفسهم ومن تحت أيديهم، ودفع الظلم والعدوان الواقع أو المتوقع عليهم.
وإذا كان الأمن حاجة إنسانية ملحة، لا يستغني عنها فرد أو مجتمع، فإن ذلك يعني بالضرورة وجوب مواجهة ما يخل به من العنف، ومعالجة آثاره، وقطع الأسباب الداعية إليه.
وللإسلام منهجه المتفرد في تحقيق الأمن ومكافحة العنف، فهو يهتم بالجوانب التربوية والوقائية التي تمنع وقوع العنف أصلًا، كما يهتم بالجوانب الزجرية والعقابية، التي تمحو آثاره، وتمنع من معاودته وتكراره.
وهذا بخلاف ما عليه المناهج البشرية الجاهلية، والقوانين الوضعية التي تهتم بمعالجة العنف بعد وقوعه، أكثر من اهتمامها بمنع حدوثه ابتداءً.

Senin, 13 April 2009











BY : PENULIS TAK DIKENAL dan tak mau terkenal


Perjuangan mutlak dibutuhkan dalam menjalani hidup kita ini.

Apabila ALLAH membolehkan kita hidup tanpa hambatan
Itu hanya akan membuat kita lemah.
Kita tidak akan sekuat ini.
Tidak pernah biasa seSukses ini

Saya memohon diberi Kekuatan.......
Dan ALLAHmemberikan Kesulitan agar membuat saya Kuat.

Saya memohon agar menjadi Bijaksana...
Dan ALLAH memberi saya Masalah untuk diselesaikan.
Saya memohon Kekayaan...
Dan ALLAH memberi saya Bakat, Waktu, Kesehatan dan Peluang

Saya memohon Keberanian…..
Dan ALLAH memberikan hambatan untuk dilewati.
Saya memohon Rasa Cinta...
Dan ALLAH memberikan orang orang bermasalah untuk dibantu.

Saya memohon Kelebihan...
Dan ALLAH memberi saya jalan utk menemukannya.
“Saya tidakmenerima apapun yang saya minta.........
Akan tetapi saya menerima semua yang saya butuhkan

"HIDUPLAH DENGAN KEBERANIAN, HADAPI SEMUA
HAMBATAN DAN TUNJUKKAN BAHWA KAU MAMPU
MENGATASINYA.USAHAKANLAH SEKUAT TENAGA UNTUK
“MENEMUKAN” BAKATMU, LUANGKAN WAKTU
BELAJAR UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN DAN
KETERAMPILANMU, JAGA KESEHATANMU,GUNAKAN
WAKTUMU HANYA UNTUK KEGIATAN YANG
BERKAITAN DENGAN MISIMU,BANYAK BANYAK LAH
BERDOA AGAR DITUNJUKKAN JALAN YANG BENAR
DALAM MENEMUKAN PELUANG, PERLUAS
JARINGANMU DAN JANGAN BOSAN BOSANNYA
BERUSAHA.

Jumat, 12 Desember 2008

publication





RA
BAND
Adalah Sebuah grop band
yang digawangi para personil profesional dalam bidangnya
posisi Drummer digawangi Oleh Rusidi
Pada Posisi Gitar melodi digawangi oleh Gareng
Posisi Gitar Ritem Digawangi Oleh Bontex
Pada Posisi Bassis digawangi Oleh Mexs
mereka berasal dari ARMET MANIA sebuah daerah di kabupaten Jombang
yang merupakan cikal bakal berdirinya grop Band tersebut
semoga mereka mendapatkan apa yang menjadi tujuanya
dan menjadi salah satu grop Band yang siap bersaing
di belantika musik Indonesia

Senin, 01 Desember 2008

Ubi dan Telur


Apa yg terjadi jika sebutir ubi dan sebutir telur dimasukkan ke dalam air
mendidih? Apa kedua benda itu keluar dari panci panas dalam keadaan yang
sama dengan keadaan sebelum digodok? Air mendidih mengubah ubi dan telur
itu. Namun perubahan yg terjadi pada kedua benda itu sangat bertolak
belakang. Setelah digodok telur menjadi keras. Sebaliknya, ubi menjadi
lembut. Kedua benda itu berada dalam panci yg sama dan air mendidih yg sama,
namun reaksi mereka berbeda. telur akan muncul dalam keadaan keras,
sedangkan ubi akan muncul dalam keadaan lembut.

Dalam hidup ini ada masa dimana kita harus masuk ke dalam panci yang berisi
air mendidih, yaitu musibah dan penderitaan. Dalam musibah kita merasakan
betapa sakit dan nyeri digodok dalam air mendidih. Musibah dan penderitaan
bisa terasa sangat kejam dan menyakitkan bagaikan menusuk tulang sumsum dan
hati. Apalagi ketika musibah demi musibah datang menimpa bagaikan tak ada
habisnya. Kita seperti terhempas lemas. sambil menunduk dan menarik nafas
panjang kita bertanya lirih, "Oh, Tuhan, mengapa ini harus terjadi?" Namun
kenyataan adalah kenyataan. Musibah itu sudah atau sedang terjadi. Jadi yang
lebih mendesak bukanlah persoalan mengapa musibah ini terjadi, melainkan
bagaimana menghadapinya. Bagaimana bisa melewati dan mengatasi musibah ini.
Bagaimana bisa survive dalam dan dari musibah ini. Jika musibah dan
penderitaan merupakan ibarat digodok dalam panci, soalnya adalah bagaimana
kita bisa ke luar dan dalam keadaan bagaimana kita akan ke luar dari panci
itu. Apakah kita akan keluar sebagai telur ataukah sebagai ubi? Di sinilah
terletak dampak yg paling mendasar dari suatu penderitaan atau musibah. Dari
waktu ke waktu tiap orang mengalami penderitaan dan musibah. Tetapi cara
orang ke luar dari penderitaan atau musibah berbeda-beda. Ada orang yang ke
luar dari musibah dalam keadaan yang sangat tertekan. Mukanya selalu suram.
ia menyendiri. Hidupnya menjadi pahit dan getir. Sikapnya terhadap orang
lain menjadi kaku. Ia menjadi keras. ia ibarata telur yg setelah ke luar
dari air mendidih menjadi keras. Sebaliknya, ada orang yg setelah ke luar
dari musibah justru menjadi bijak dan matang. Ia merasa damai dengan
dirinya. sikapnya hangat dan ramah. Ia tersenyum dan menyapa. ia menjadi
lembut. Ia ibarat ubi yang setelah digodok justru menjadi lembut. Dampak itu
bisa begitu berbeda, sebab pandangan dan ketahanan orang terhadap
penderitaan dan musibah berbeda-beda.

Kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan
menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan". Malang tak
dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Penderitaan dan musibah tidak dapat
dihindarkan. Itu adalah bagian hidup. Hidup adalah ibarat roda, sebentar di
atas, sebentar di bawah. Hidup ini ada enaknya dan ada tidak enaknya, yaitu
masuk dalam panci dan digodok dalam air mendidih. Soalnya, apakah kita akan
ke luar dari panci panas itu sebagai telur rebus yg keras ataukah sebagai
ubi yang lembut? Apakah kita akan ke luar dari sebuah musibah sebagai orang
yang kaku dan keras ataukah sebaliknya, sebagai orang yang berhati lembut?
Orang yg mau bertekun dalam penderitaan adalah orang yg berbahagia. Agaknya,
dalam suatu musibah kita boleh belajar berbisik, :Tuhan, biarlah saya
menjadi seperti ubi.... seperti sebutir ubi rebus yang lembut, hangat dan
manis....